PKK Kepulauan Selayar Ambil Peran pada Edukasi Kesehatan Tulang Oleh Universitas Hasanuddin
PKK Kepulauan Selayar turut serta pada edukasi terkait osteoporosis dan kesehatan tulang yang dilakukan oleh Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kepulauan Selayar.
Adapun agenda tersebut merupakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Ortopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Kegaiatn dimaksud, diawali dengan senam osteoporosis di halaman RSUD KH Hayyung, Sabtu (29/8/2026), dikutip dari kepulauanselayarkab.go.id.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran RSUD KH Hayyung, para tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit, serta masyarakat. Hadir Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar beserta jajaran, serta tim Departemen Ortopedi dan Traumatologi FK Unhas.
Senam osteoporosis menjadi bagian dari rangkaian pengabdian yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang serta mendorong penerapan pola hidup sehat.
Kegaiatn Unhas di Kepulauan Selayar, dilanjutkan dengan Seminar Tenaga Kesehatan dan Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Ortopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), Sabtu (29/8/2026) di Benteng.
Ketua Departemen Ortopedi dan Traumatologi FK Unhas Makassar, Dr. dr. Muhammad Sakti, Sp.O.T., Subp.COK., FICS, menyampaikan, pelaksanaan seminar dan pengabdian kepada masyarakat tersebut merupakan bagian dari komitmen Departemen Ortopedi dan Traumatologi FK Unhas untuk berbagi pengetahuan, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Guru Besar Departemen Ortopedi dan Traumatologi FK Unhas Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi, Sp.B, Sp.OT (K), yang hadir sebagai narasumber menyampaikan beberapa hal yang masih kerap salah kaprah terkait ortopedi dan traumatologi, khususnya penanganan trauma, cedera tulang dan sendi, perawatan luka, serta penanganan nyeri tulang belakang.
“Penanganan awal cedera tulang misalnya, sebaiknya dilakukan oleh petugas kesehatan yang berkompeten dan menghindari intervensi oleh individu non-medis,” ucapnya di depan peserta.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan, terutama dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan di wilayah kepulauan.

